Custom Search
Tampilkan postingan dengan label Green Industry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Industry. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2020

MENGENAL CRITICAL RAW MATERIAL (CRM) – 10: MINERAL PEMBAWA LTJ (RARE EARTH)

Denny Noviansyah


Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (REE) adalah 17 unsur dalam kelompok lantanida yang terdapat dalam tabel unsur periodik. Logam Tanah Jarang terdapat sebagai mineral ikutan pada mineral utama seperti tembaga, emas, perak, timah, dan lain lain. Sebagai material ikutan dari mineral utama, jumlahnya sangat kecil dan jarang ditemukan, maka material atau elemen ini disebut Logam Tanah Jarang atau disingkat LTJ. LTJ bukan elemen logam bebas atau mineral murni secara individu.

 

Unsur LTJ, umumnya merupakan senyawa kompleks fosfat, alkaline dan karbonat. Upaya pemisahannya membutuhkan proses yang amat rumit. Unsur-unsur yang mendominasi dalam senyawa tersebut adalah lantanum, serium, dan neodimium. Pemanfaatan ketiga unsur LTJ ini sangat tinggi dibanding LTJ lainnya dan umumnya dipakai pada industri teknologi tinggi.

Sifat LTJ sangat khas, dan belum ada material lain yang mampu menggantikannya sehingga membuat LTJ menjadi material yang vital dan mempunyai potensi strategis. Unsur LTJ tersebar luas dalam konsentrasi rendah (10 – 300 ppm) pada banyak formasi batuan. Kandungan unsur LTJ yang tinggi lebih banyak dijumpai pada batuan granitik dibandingkan dengan pada batuan basa. Konsentrasi unsur LTJ juga dijumpai pada batuan beku alkalin dan karbonatit.

Berdasarkan asal mulanya, cebakan mineral LTJ dibagi dalam dua jenis, yaitu cebakan primer sebagai hasil proses magmatik dan hidrotermal, dan cebakan sekunder yang merupakan rombakan dari batuan asalnya yang telah diendapkan kembali sebagai endapan sungai, danau, delta, pantai, dan lepas pantai. Pembentukan mineral LTJ primer dalam batuan karbonatit menghasilkan mineral basnesit dan monasit Karbonatit sangat kaya kandungan unsur LTJ, dan merupakan batuan yang mengandung LTJ paling banyak dibanding batuan beku lainnya.

 

Kelimpahan LTJ Dalam Kerak Bumi dan Batuan Beku

Konsentrasi unsur logam termasuk LTJ untuk membentuk endapan ekonomis yang dapat dijadikan komoditas tambang dalam proses pembentukannya selain dipengaruhi faktor fisika dan kimia juga nilai kandungan unsur itu di dalam kerak bumi, karena semua proses pembentukan tersebut berlangsung dalam kerak bumi. Proses yang berlangsung baik dalam media larutan magmatis maupun fluida sisa magmatis (hidrotermal), akan membawa unsur- unsur yang ada dalam kerak dan terkonsentrasikan pada tempat tertentu sesuai kondisi lingkungan fisika dan kimia. Ketika magma naik ke arah kerak bumi, terjadi perubahan komposisi sebagai respon terhadap variasi tekanan, suhu dan komposisi batuan-batuan di sekelilingnya. Akibatnya terbentuk jenis-jenis batuan yang berbeda dengan variasi pengayaan unsur-unsur bernilai ekonomis, termasuk unsur-unsur tanah jarang.

Kelimpahan LTJ pada kerak bumi sebenarnya tidak tergolong terkecil bila dibandingkan unsur logam lainnya, bahkan ada yang hanya beberapa ppb seperti emas. Distribusi unsur LTJ dalam kerak bumi jauh lebih besar dibandingkan emas, hal ini terlihat dari nilai kandungannya hingga puluhan ppm seperti ditunjukkan sejumlah data pada Tabel 1.1.



Konsentrasi unsur LTJ pada proses pembentukan batuan berbeda-beda satu terhadap yang lain, karbonatit, kimberlit, batuan alkalin merupakan jenis batuan dimana kandungan LTJ termasuk yang paling tinggi (Tabel 1.2). Dengan demikian pencarian endapan LTJ ekonomis di lingkungan batuan ini lebih berpeluang dibandingkan pada lingkungan batuan lainnya.

 

Jenis Mineral Pembawa LTJ

USGS mempublikasikan beberapa laporan, terkait dengan potensi dan Deposit LTJ yang terkandung di dalam Deposit tersebut. Secara umum mineral jenis Carbonatite dan alkaline intrusive serta produk turunannya merupakan sumber utama REE. Adapun jenis mineral dan formulanya dapat dilihat pada tabel berikut ini: 


 


Sumber:

  • Brennan, Elliot, Rare Earth Elements: A critical strategic resource in Asia A Pacific Forum CSIS Monograph, 2014
  • Noviansyah, Denny, Logam Tanah Jarang, Bandung, Januari 2019
  • Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, Potensi Logam Tanah Jarang Indonesia, Kementerian ESDM, Agustus 2019
  • USGS, Rare-Earth Elements: Critical Mineral Resources of the United States—Economic and Environmental Geology and Prospects for Future Supply, 2017
  •  USGS, Rare-Earth Element Mineral Deposit in the United States, 2019 
  • USGS, A Deposit Model for Carbonatite and Peralkaline Intrusion-Related Rare Earth Element Deposits, 2014

Senin, 14 September 2020

MENGENAL CRITICAL RAW MATERIAL (CRM) – 9: ZIRCONIUM

Denny Noviansyah


 


Zirkonium adalah logam putih keabuan yang jarang dijumpai di alam bebas. Ia memiliki lambang kimia Zr, nomor atom 40, massa atom relatif 91,224. Logam zirkonium digunakan dalam teras reaktor nuklir karena tahan korosi dan tidak menyerap neutronZircaloy merupakan aliase zirkonium yang penting untuk penyerapan nuklir, seperti menyalut bagian-bagian bahan bakar. Zirkonium banyak terdapat dalam mineral seperti zirkon dan baddelyit. Baddeleyit sendiri merupakan oksida zirkonium yang tahan terhadap suhu luar biasa tinggi sehingga digunakan untuk pelapis tanur.

 


Sejarah

Zirkon, batu permata, hadir dalam varietas biru, kuning, hijau, coklat, oranye, merah dan kadang-kadang ungu. Kata tersebut berasal dari bahasa Persia "zargun" atau warna emas. Zirkon telah digunakan dalam perhiasan dan dekorasi lainnya selama berabad-abad, menurut Peter van der Krogt, seorang sejarawan Belanda. Minerals.net mengungkapkan bahwa Zircon lebih menyerupai berlian daripada permata alami lainnya. Selama Abad Pertengahan, zirkon bahkan diyakini dapat menyebabkan tidur, meningkatkan kekayaan, kehormatan dan kebijaksanaan, serta mengusir wabah penyakit dan roh jahat.  Menurut chemiccol, terdapat beberapa fase penemuan zircon, yaitu:

-       Martin Heinrich Klaproth, seorang ahli kimia Jerman, menemukan zirkonium pada tahun 1789 dalam sampel zirkon dari Sri Lanka. Komposisi sampel itu ditemukan menjadi 25 persen silika, 0,5 persen oksida besi, dan 70 persen oksida baru yang dia namakan zirconerde (atau "zirkon bumi"). Klaproth juga kemudian menemukan zirconerde di jacinth, sejenis zircon kuning pucat, tetapi dia tidak dapat memisahkan logamnya.

-       Sir Humphry Davy, seorang ahli kimia Inggris, mencoba memisahkan zirconerde untuk mendapatkan zirconium murni pada tahun 1808 menggunakan elektrolisis, tetapi tidak berhasil, menurut Chemicool. Dia, bagaimanapun, menyarankan nama zirkonium untuk logam itu sendiri.

-       Jons J. Berzelius, seorang ahli kimia Swedia, mengisolasi zirkonium pada tahun 1824, menurut Chemicool. Ia menghasilkan zirkonium sebagai bubuk hitam hasil pemanasan tabung besi yang mengandung campuran kalium dan kalium zirkonium fluorida (Kr2ZrF6).

-       Royal Society of Chemistry mengungkapkan bahwa Anton Eduard van Arkel dan Jan Hendrik de Boer, ahli kimia Belanda, memproduksi zirkonium murni pada tahun 1925 dengan memanaskan zirkonium tetraklorida (ZrCl4) dengan magnesium. Metode ini menghasilkan batang kristal zirkonium murni.

 

 

 

Supply

Zirconium merupakan salah satu unsur di alam yang memiliki sifat tahan terhadap temperatur tinggi. Zirconium tidak terdapat dalam bentuk bebas di alam melainkan dalam bentuk zirconium silikat pada zircon (ZrSiO4) dan zirconium oksida pada badelleyit (ZrO2). Zirconium banyak didapatkan dalam batuan vulkanik, basalt, dan batuan granit. Mineral baddeleyit atau ZrO2 adalah bentuk zirconium dioksida alam. Zirconium terdapat pada banyak mineral zircon bervariasi dari 61% – 67%. Secara teoristik zirconium di dalam silikat normal sebesar 67.2%. Dalam jumlah sedikit zirconium terdapat pada banyak mineral seperti mineral titanat, tantolo niobat, Logam Tanah Jarang (LTJ), silikat, dan sebagainya.  

  • Pada tahun 2018, Total Penjual Zircon Global adalah sebesar USD 2,1 Billion. Dimana Lima jenis ekspor impor tertinggi antar negara adalah Sebagai berikut:
  • Australia ke RRT sebesar USD 377 Million
  • Afrika Selatan ke RRT sebesar USD 220 Million
  • Australia ke Malaysia sebesar USD 91,9 Million
  • Afrika Selatan ke Spanyol sebesar USD. 75,6 Million
  • Amerika Serikat ke RRT sebesar USD 72,6 Million

 



 

 

Penggunaan

Zirconium banyak digunakan dalam industri High-tech karena sifat mekanik, termal, elektrik, kimia, dan optiknya yang mendukung. Unsur ini banyak digunakan dalam produksi keramik dan reactor nuklir sebagai pelapis bahan bakar nuklir. Zirconium juga digunakan untuk pembuatan pompa, katup, dan penukar panas. Berdasarkan sifat ketahanan terhadap api, zirkonium sering digunakan sebagai komposisi utama peralatan perang, kotak sekring, dan terdapat pada peluru pyrophoric pembuka vakum, serta sebagai eksitasi laser pada photografi. Penerapan perpaduan zirkonium murni, seoerti perpaduannya dengan niobium akan menghasilkan super konduktor, perpaduannya dengan titanium digunakan pada pesawat terbang, dan perpaduannya dengan tembaga akan memperbaiki sifat zirkonium tersebut.

Berdasarkan ketahanannya terhadap korosi, logam zircon digunakan sebagai bahan tembahan pada pabrik pembuatan pompa, kran, pipa, alat penukar panas, dan tangki bahan kimia, terutama asam sulfat dan asam hidroklorida. Penggunaan logam zirkonum ini juga digunakan oleh pabrik penghasil ureahidrogen peroksida, metil metaklirat dan asam asetat. Zirkonium merupakan bahan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam berbagai industri karena keunggulannya jika dibandingkan dengan bahan lain.  

Berikut ini, beberapa aplikasi yang menggunakan Zirkonium:

-       Industri Gelas dan Keramik.

Industri keramik, berdasarkan volume, adalah pasar terbesar untuk zirkon yang mengkonsumsi lebih dari setengah zirkon yang diproduksi secara global. Sementara ini sekitar 85% Zirkon yang digunakan dalam industri keramik digunakan dalam produksi ubin, zirkon juga memiliki peran penting dalam pembuatan keramik tingkat lanjut. Di bawah ini adalah ringkasan dari beberapa aplikasi yang menggunakan zirkon dalam industri keramik, diantaranya adalah keramik tradisional, pigmen keramik, keramik lanjutan, bahan abrasive, alat pemotong, susceptor zirconia, konduksi ionic, implan medis dan perangkat biokompatibel, elektro-keramik



 

-       Industri Refraktori

Refraktori menggunakan Zircon, karena Zircon adalah bahan yang dirancang untuk menjaga kekuatan, kestabilan dimensi, dan ketahanan kimiawi pada suhu tinggi. Karakteristik tambahan berikut membuat bahan zirkon dan zirkonia ideal untuk aplikasi tahan api. Karakteristik tersebut diantaranya adalah : Kelarutan rendah dalam silika cair dan logam cair, Kelambanan kimiawi, Ketahanan terhadap korosi dan erosi,

Manfaat ini memungkinkan zirkon dan zirkonia digunakan dalam berbagai aplikasi tahan api, termasuk mortar tahan api, batu bata tahan api atau lapisan tahan api untuk tungku kaca dan logam serta serat, nozel, gerbang geser, katup, dan nat.

-       Aplikasi Kimia

Terdapat sejumlah aplikasi kimia zirkonia dan zirkonium sebagai bahan penolong pada industri utama dalam industri nuklir, atau dalam pemurnian gas dan amunisi. Selain itu, Zirkon juga digunakan dalam deodoran antiperspiran, atau digunakan sebagai pelapis untuk menambah kekuatan dan ketahanan air terhadap kertas, atau sebagai batu permata yang cemerlang. 

Di bawah ini adalah ringkasan singkat dari berbagai aplikasi kimia yang memanfaatkan sifat zirkonia dan zirconium, yaitu : batu permata, industri nuklir, pelapis titanium dioksida, kosmetik, kertas dan percetakan, cat dan tinta, katalisis, amunisi dan bahan peledak, pemurnian gas, Batu permata  



 

-       Industri lain yang menggunakan Zircon diantaranya adalah:

  • o    Chemical Process
  • o    Petrochemical
  • o    Oil & Gas
  • o    Pharmaceutical
  • o    Geothermal
  • o    Sea Water
  • o    Water Desalination
  • o    LNG (Liquefied Natural Gas)
  • o    Biomass
  • o    Mining
  • o    Utilities
  • o    Nuclear Power
  • o    Solar Power

 

 

Sumber:


 


Minggu, 13 September 2020

MENGENAL CRITICAL RAW MATERIAL (CRM) – 8: VANADIUM

Denny Noviansyah

Vanadium adalah salah satu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang V dan nomor atom 23. Salah satu senyawa yang mengandung vanadium antara lain vanadium pentaoksida (V2O5), yang digunakan sebagai katalis dalam pembuatan asam sulfat dan anhidrida maleat, serta dalam pembuatan keramik. Vanadium juga merupakan Logam mulia yang cukup keras, Logam ini hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu, seperti pada alga atau ganggang, kerang, dan kepiting.


Vanadium ditemukan pertama kali oleh seorang ahli mineral (mineralogist) asal Meksiko bernama Andrés Manuel del Río, pada tahun 1801, yang ia namai erythronium, karena ia menemukannya pada sebuah batu mineral berwarna kemerah-merahan yang diberi nama vanadinite. Lalu seorang ahli kimia Swedia menyempurnakan temuan del Río, dan kemudian diberi nama Vanadium.


 




Supply

Bahan baku vanadium berasal dari 3 sumber: produksi bersama, produksi primer dan produksi sekunder. Pada tahun 2019, ~ 90% vanadium diperoleh dari bijih magnetit dan titanomagnetit, baik dari produksi bersama (Co Production) atau produksi primer.

-       Produksi bersama yang berasal dari besi yang diproses untuk produksi baja tetap menjadi sumber utama vanadium, terhitung 71% dari pasokan global 2019;

-       Produksi primer melibatkan pemanggangan garam, pencucian air, penyaringan, desilication dan pengendapan melalui metode pemanggangan garam. Ini menyumbang 18% dari pasokan global pada 2019;

-       Produksi sekunder vanadium adalah perolehan kembali material dari abu terbang (fly ash), residu minyak bumi, terak alumina, dan dari daur ulang katalis bekas yang digunakan di beberapa penyulingan minyak mentah. Itu menyumbang 11% dari pasokan global pada 2019.

Pada 2019, produksi vanadium global meningkat 15% year-on-year menjadi 111.225 mtV. Peningkatan ini didukung oleh produksi terak yang lebih tinggi di China (yang meningkat sebesar 19% tahun-ke-tahun), yang disebabkan oleh:

-       peningkatan produksi baja mentah. Cina menghasilkan puncak sepanjang masa sebesar 996 Mt, mewakili peningkatan 7% tahun-ke-tahun; dan

-       harga bijih besi yang tinggi di laut (pada tahun 2019 harga bijih besi rata-rata adalah US $ 93,48 / mt2). Akibatnya, pabrik baja menggunakan lebih banyak bijih magnetit titaniferous vanadium domestik.  

 



Penggunaan

Berikut ini, beberapa aplikasi yang menggunakan Vanadium.

-       Machinery: Mesin menggunakan baja perlakuan panas berkekuatan tinggi, vanadium merupakan komponen penting yang meningkatkan kekuatan dan ketangguhan karena ketahanan terhadap suhu.

-       Oil & Gas Pipeline: Baja kumparan dan pelat High-Strength Low-Alloy Steel Microalloyed (HSLA) yang mengandung vanadium berkekuatan tinggi, tangguh, dan dapat dilas banyak digunakan untuk jaringan pipa transmisi minyak dan gas. Fero Vanadium digunakan di sebagian besar jaringan pipa utama minyak dan gas bumi yang dibangun pada paruh kedua abad ke-20, termasuk pipa minyak Alaska, pipa Gas Alam trans-Eropa yang membawa gas alam dari Kutub Utara Rusia ke Eropa Barat dan pipa Perbatasan Utara yang membawa gas alam dari Alberta, Kanada hingga bagian timur AS.

 


-       Vanadium Redox Flow Battery: Vanadium Redox Flow Battery menggunakan elektrolit vanadium untuk menyimpan energi dan memungkinkan penggunaan yang lebih luas dari pembangkit listrik terbarukan seperti angin dan matahari. 

-       Turbin Angin: Menara turbin angin mendapat manfaat dari bobot yang lebih ringan dan kemampuan las ketika pelat baja HSLA vanadium microalloyed digunakan.

 

-       Aerospace: Vanadium ditemukan pada komponen pesawat, Vanadium digunakan untuk roda pendaratan yang menggunakan baja berkekuatan sangat tinggi 300M, dan badan pesawat serta bagian mesin yang menggunakan paduan titanium seperti Ti-6Al-4V.

 

-       Otomotif: Aplikasi vanadium banyak digunakan pada mobil modern termasuk HSLA dan Advanced High Strength Steel (AHSS) untuk struktur bodi, dan baja tempa berskala mikro, dan untuk mesin dan sasis. Komponen mesin seperti poros engkol dan batang penghubung memiliki tekanan tinggi, harus tahan terhadap banyak siklus. Baja tempa microalloyed Vanadium banyak digunakan untuk suku cadang ini. Sesuai sifat Vanadium yaitu memiliki kekuatan tinggi yang dibutuhkan dan tidak memerlukan perlakuan panas yang mahal seperti yang diperlukan dengan baja lain. Untuk aplikasi motorsport dan pada beberapa kendaraan produksi yang lebih eksotis, dengan mesin bertenaga putaran tinggi, digunakan batang penghubung paduan titanium-vanadium kekuatan tinggi yang ringan. Suspensi berkekuatan tinggi dan pegas katup juga mendapat manfaat dari penambahan vanadium sebagai hasil dari peningkatan ketahanan kendur dan potensi untuk mengurangi ukuran dan berat.



-       Anti Seismic Bars: Vanadium microalloyed berkekuatan tinggi adalah solusi yang aman, andal, dan hemat biaya untuk konstruksi beton bertulang di daerah rawan gempa.

 

 

  

 

Sumber:

 

 


Rabu, 09 September 2020

MENGENAL CRITICAL RAW MATERIAL (CRM) - 6 : BY PRODUCT DAN METALLRAD

Denny Noviansyah

Everything we use on Earth that is not made of plants or animals is made of minerals. These minerals are our natural resources. They are mined so that we can have all of the products we're used to using. Even though over 99 percent of the Earth's surface has never been mined, it's important to remember that minerals exist in limited supply. We should be aware of what products they provide us with and use our mineral resources wisely.

 








Pertumbuhan inovasi teknologi telah banyak terjadi selama beberapa dekade terakhir, munculnya momentum Revolusi Industri 4.0 sampai dengan hari ini, masa dan pasca pandemik COVID-19 yang mendunia. Inovasi teknologi digunakan dan dibutuhkan masyarakat, sehingga memerlukan berbagai infrastruktur digital untuk saling berinteraksi. Lompatan penggunaan Inovasi teknologi tersebut sangat dimungkinkan, diantaranya karena semakin banyak logam dalam tabel periodik yang digunakan untuk menjalankan fungsi khusus. Dengan berbagai penggunaan material dalam tabel periodik, muncul kekhawatiran mengenai keandalan pasokan beberapa material ini. Kontributor utama dari keprihatinan ini adalah kenyataan bahwa banyak dari logam ini diperoleh hanya sebagai produk sampingan (by product) dari sejumlah kecil deposit bijih yang terkonsentrasi di berbagai negara, sehingga pemenuhan tanggapan atas permintaan tidak bisa dilakukan secara cepat. Kesesuaian adalah sejauh mana logam diperoleh sebagian besar atau seluruhnya sebagai logam pendamping atau by product dari satu atau lebih logam induk dari bijih geologi. Ketergantungan atas ketersediaan material by product dari produksi logam induk telah memperkenalkan aspek baru risiko pasokan untuk teknologi modern. Bagian logam pendamping ini — penting dalam teknologi saat ini seperti elektronik, energi matahari, pencitraan medis, penerangan hemat energi, dan produk canggih lainnya — yang mungkin berisiko terbesar dalam kendala pasokan di dekade mendatang.

 

 

Tiga alasan mengapa suatu unsur atau komoditas mineral dianggap langka, berakar dari geokimia. Pertama, mungkin langka yang diakibatkan kelangkaan; Namun, elemen yang memiliki kelangkaan serupa yang diukur dengan kelimpahan kerak rata-rata, seperti kobalt dan skandium, mungkin memiliki kelangkaan yang sangat berbeda jika diukur berdasarkan harga pasar. Misalnya, pada 2012, harga kobalt sekitar 2,9 sen per gram ($ 13 per pon), sedangkan harga skandium adalah $ 169 per gram untuk batang logam (Gambogi, 2014; Shedd, 2014). Karena harga pasar, kobalt jarang ditemukan tetapi tidak langka, sedangkan skandium keduanya langka dan langka.

Faktor kedua yang mempengaruhi kelangkaan suatu elemen adalah konsentrasi unsur di atas kerak rata-rata kelimpahan yang diperlukan untuk membuat deposit bijih (di mana mineral dapat diekstraksi sebagai keuntungan). Konsentrasi kelimpahan kerak di atas rata-rata diperlukan untuk menjadikan keuntungan dalam dunia pertambangan, keuntungan ini juga bergantung pada produk sampingan (by product) dan produk bersama (joint product) yang ada dalam deposit, mineralogi bijih, ukuran butiran, konsolidasi material yang akan ditambang, dan kedalaman deposit dan lokasi.

 

Faktor ketiga, komoditas mineral mungkin jarang karena masih minimnya teknologi yang dibutuhkan untuk secara efektif dan secara ekonomis dalam pernambangan dan pengolahan bijih material menjadi produk. Kebutuhan akan teknologi tersebut didikte oleh tujuan penggunaan. Kalau komoditas mineral bisa digunakan secara efektif sambil mengandung beberapa kotoran, karena tidak adanya teknologi pemrosesan untuk memisahkan kotoran bukanlah faktor yang berkontribusi terhadap kelangkaan. Jika penghapusan kotoran diperlukan, maka tidak adanya teknologi semacam itu meningkatkan kelangkaan.


Metallrad

"Metallrad" (roda logam Jerman) diawali dari kebutuhan adanya divisi metalurgi utama tertentu agar dapat menangani campuran logam yang beragam dalam produk modern. Misalnya, dengan tidak adanya metalurgi tembaga, ekstraksi emas, platina dan elemen lainnya menjadi lebih sulit secara ekonomis. Zat-zat ini secara kimiawi mirip dengan tembaga, itulah sebabnya ia disebut logam pembawa untuk ekstraksi. Tanpa metalurgi tembaga, banyak peluang pemurnian hilang. Karenanya, logam tidak dapat dilihat secara terpisah, tetapi harus dilihat hubungan masing-masing logam yang ada dalam campuran. Kita juga harus melihat bahan mentah dan energi bersama, karena keduanya terkait erat. Wacana tentang ekonomi sirkular seringkali hanya tentang sumber daya, tetapi energi dilupakan. Sebaliknya, bahan baku yang dibutuhkan, misalnya untuk infrastruktur energi berkelanjutan di masa depan, seringkali dikeluarkan dari perdebatan energi. Hanya perspektif holistik yang dapat memberikan gambaran yang diperlukan.

 

 

"Roda Metal" sudah memiliki sejarah dua puluh lima tahun di belakangnya. Saat itu mereka ingin mengidentifikasi seng sebagai racun, (setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa) roda logam tidak dapat berputar tanpa seng dan metalurgi timbal serta elemen teknologi seperti indium, germanium, perak, dll. Hal itu akan memiliki konsekuensi bencana. Karena tanpa logam ini dan fasilitas produksi metalurgi terkait, kami tidak dapat mendaur ulang dengan baik. Anda dapat menganggapnya sebagai ban sepeda dengan bagian yang hilang: seluruh roda kemudian tidak berfungsi lagi. Saat ini Parlemen Eropa sedang mempertimbangkan untuk melarang penggunaan timbal. Badan Kimia Eropa memasukkan logam tersebut ke dalam daftar zat dengan perhatian sangat tinggi pada bulan Juni 2018. Namun, pelarangan akan memiliki efek yang sangat besar pada ekonomi sirkuler, karena timbal merupakan pelarut untuk unsur lain. Dengan larangan timbal, seluruh infrastruktur akan hilang dengan mana indium, antimon, bismut, emas, dan zat lainnya dipulihkan. Ini juga akan mempengaruhi elemen kobalt, yang sangat diperlukan untuk elektromobilitas, karena metalurgi seng yang digabungkan dengan metalurgi timbal selalu membawa kobalt ke dalam siklus.

 

 

Sumber:

Nassar, NT, et.al. By-product metals are technologically essential but have problematic supply. 3 April 2015

USGS. Critical Mineral Resources of the United States— An Introduction. 2017

https://themenspezial.eskp.de/rohstoffe-in-der-tiefsee/inhalt/handlungsoptionen/utopie-kreislaufwirtschaft-937131/


MENGENAL CRITICAL RAW MATERIAL (CRM) – 5: PENDEKATAN EKONOMI SIRKULAR

Denny Noviansyah

Ekonomi sirkular adalah sebuah pendekatan alternatif untuk ekonomi linier tradisional (buat, gunakan, buang), sehingga dapat menjaga sumber daya untuk digunakan seoptimal mungkin, dapat digunakan selama mungkin, menggali nilai maksimum dari penggunaan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan pada setiap akhir umur layanan. Ekonomi sirkular merupakan sistem industri yang bersifat restoratif dan regeneratif dengan suatu desain, yang menggantikan konsep 'akhir hidup' produk ke arah penggunaan energi yang terbarukan, menghilangkan penggunaan bahan kimia beracun, serta bertujuan untuk penghapusan limbah melalui desain unggul bahan, produk, sistem, dan model bisnis.



 

Pada sistem ekonomi sirkular, penggunaan sumber daya, sampah, emisi, dan energi terbuang diminimalisir dengan menutup siklus produksi-konsumsi dengan memperpanjang umur produk, inovasi desain, pemeliharaan, pengunaan kembali, remanufaktur, daur ulang ke produk semula (recycling), dan daur ulang menjadi produk lain (upcycling). Dalam konteks keberlanjutan produk plastik, konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan melalui beberapa cara misalnya : recycling plastik, upcycling plastik sebagai campuran aspal, mengubah plastik bernilai ekonomi rendah menjadi bahan bakar atau energi, dan sebagainya

 

Dalam ekonomi sirkular, kegiatan ekonomi membangun dan membangun kembali kesehatan sistem secara keseluruhan. Konsep ini mengakui pentingnya ekonomi yang perlu bekerja secara efektif di semua skala baik bisnis besar dan kecil, untuk organisasi dan individu, secara global dan lokal. Transisi ke ekonomi sirkular tidak hanya berarti penyesuaian untuk mengurangi dampak negatif ekonomi linier. Sebaliknya, ekonomi sirkular merupakan perubahan sistemik yang membangun ketahanan jangka panjang, menghasilkan peluang bisnis dan ekonomi, dan memberikan manfaat lingkungan dan sosial.

Beberapa Variasi pendekatan Ekonomi Sirkular

Cradle to Cradle. Pada tahun 2002, Arsitek William McDonough dan Ahli Kimia Michael Braungart mempublikasikan buku Cradle to Cradle: Remarking the Way We Make Things yang mempresentasikan integrasi Desain dan Kimia untuk mendorong masyarakat mendapatkan keuntungan dari Material yang aman, air dan energi dalam sirkular ekonomi dan menghilangkan konsep sampah.



 

Industrial Symbiosis. Industrial Symbiosis (Simbiosis industri) adalah proses dimana limbah atau produk sampingan dari suatu industri atau proses industri menjadi bahan mentah bagi yang lain. Penerapan konsep ini memungkinkan bahan untuk digunakan lebih dalam cara yang berkelanjutan dan berkontribusi pada penciptaan ekonomi sirkular. Transisi ekonomi sirkular akan meningkatkan daya saing ekonomi, keberlanjutan, efisiensi sumber daya dan keamanan sumber daya dan juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Simbiosis industri menciptakan jaringan yang saling berhubungan meniru fungsi sistem ekologi, di mana energi dan siklus bahan terus menerus tanpa produk limbah yang dihasilkan. Ini proses berfungsi untuk mengurangi jejak lingkungan dari industry terlibat. Bahan baku perawan diperlukan pada tingkat yang lebih rendah, dan kebutuhan pembuangan limbah TPA berkurang. Ini juga memungkinkan adanya nilai dibuat dari bahan yang akan dibuang dan sebagainya bahan tetap bernilai ekonomis lebih lama dari pada tradisional sistem industri.



 

Material flow. Menggunakan analogi sistem biologis, Frosch dan Gallopoulos membayangkan ekonomi di mana arus energi (energy flow) dan material (material flow) dioptimalkan, timbulan limbah dikurangi, dan produk sampingan (by product) digunakan dalam proses yang ditempatkan bersama. Sejak 2015, Komisi Eropa telah meluncurkan dua paket ekonomi sirkular untuk mendorong dan mengarahkan Eropa menuju ekonomi sirkular.  Pada tahun 2016 Komisi Uni Eropa melakukan pemantauan terhadap arus material (input) dan limbah (output)  dengan pendekatan model seperti gambar berikut ini. (Model ini termasuk makanan, dan pakan untuk biomass, termasuk mineral non metal, metal ores dan energy fosil.




.

 

 

 

Sumber:

http://www.wrap.org.uk/about-us/about/wrap-and-circular-economy diakses tanggal 9 September 2020

http://reports.weforum.org/toward-the-circular-economy-accelerating-the-scale-up-across-global-supply-chains/from-linear-to-circular-accelerating-a-proven-concept/ diakses tanggal 9 September 2020

https://mcdonough.com/cradle-to-cradle/ diakses tanggal 9 September 2020

https://ec.europa.eu/environment/europeangreencapital/wp-content/uploads/2018/05/Industrial_Symbiosis.pdf diakses tanggal 9 September 2020

https://rmis.jrc.ec.europa.eu/uploads/scoreboard2018/indicators/15._Material_flows_in_the_circular_economy.pdf diakses tanggal 9 September 2020


Model Pengembangan Rantai Pasok Rumput Laut oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Guna Pemenuhan Kebutuhan Rumput Laut Dan Produk Turunannya

Denny Noviansyah Abstrak Indonesia sebagai negara Maritim mempunyai Panjang pantai seluas 95.181 km 2 . Pesisir pantai mempunyai berbagai je...